Berita Luar Negeri

Kisah Raja Henry VIII Habiskan Uang Pajak untuk Perayaan Natal

Pengeluaran Henry VIII saat perayaan Natal menggambarkan dirinya sebagai raja yang bersenang-senang di masa mudanya. (BBC)

BENYUT.COM, London – Hari Natal tinggal menghitung hari. Berbagai pernak-pernik Natal mulai menghiasi ruangan. Rencana untuk menikmati Natal hampir terealisasi, tak jarang uang ekstra digunakan untuk merayakannya.

Di Inggris, perayaan Natal juga terselenggara dengan meriah dan mewah. Raja Henry VIII yang memimpin Inggris di abad pertengahan, bahkan menghabiskan hampir seluruh penghasilan pajak untuk merayakan Natal di tahun pertama pemerintahannya.

Dilansir dari BBC, Kamis (21/12/2017), Raja Henry VIII yang berusia 19 tahun kala itu menghabiskan uang setara dengan 13,5 juta poundsterling atau Rp 244,7 miliar untuk serangkaian acara mewah.

Sementara, total penghasilan pajak Inggris saat itu setara dengan 16,5 juta poundsterling atau Rp 300 miliar.

Sean Cunningham, Kepala Tim Sejarah Abad Pertengahan dari Arsip Nasional Inggris, mengatakan bukti-bukti pencatatan itu menunjukkan kekayaan yang luar biasa yang dimiliki oleh raja-raja awal di Dinasti Tudor.

“Tepat pada awal pemerintahan Henry VIII, ketika dia masih remaja, dia berusaha menarik untuk mendapat kesan murah hati,” katanya.

Uang-uang tersebut dikucurkan untuk biaya konsumsi, hiburan, dan hadiah, termasuk bingkisan untuk masing-masing stafnya.

Lukisan Istana Richmond yang dibangun oleh Henry VIII, yang terbit 1765. (BBC)

Selain itu, kelompok paduan suara, pemusik, aktor, dan pelayan juga mendapat jatah manfaat dari dana tersebut.

Raja juga membayar penyair buta, Benard Andre, sebesar 5 poundsterling yang saat ini setara dengan 2.400 poundsterling atau Rp 43,5 juta.

Uang 1 pounsterling yang setara dengan 483 poundsterling atau Rp 8,7 juta diberikan kepada pelayan yang membawa pengharum ruangan ke istana, untuk menjaga udara tetap segar.
Seorang pandai emas juga mendapat upah 83 poundsterling yang nilainya sekarang setara dengan 41.000 poundsterling atau Rp 743,5 juta.

Anak-anak paduan suara dari kapel kerajaan dibayar dengan 2 poundsterling yang setara 967 poundsterling atau Rp 17,5 juta, untuk menyanyikan lagu Gloria in Excelsis pada Hari Natal.

Raja Henry VIII tinggal di kerajaan dekat dengan Sungai Thames, ketika pembayaran itu dilakukan. ***

Sumber

Benyut Furniture
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top